Mengoperasikan & Memelihara 3 Generasi Sentral
April 21,
2008
2008
Mungkin aku termasuk orang yang beruntung dari sekian banyak karyawan, karena bisa mengikuti untuk mengoperasikan & memelihara sentral dari Generasi yang pertama sampai Generasi selanjutnya.
Sentral pertama yang aku tangani adalah Sentral Telex type TW-39 buatan Siemens. Sentral ini masih sentral mekanik yang menggunakan selector untuk melakukan pemilihan digitnya. Pemilihan digit/angka masih menggunakan relay mekanik yang selanjutnya diteruskan untuk "menangkap" selektor yang bebas dimulai dari Pre Selector (PS), kemudian Group Selector (GW) dan terakhir Final Selector (LW). Mengoperasikan dan memelihara Sentral ini "relatif mudah" mengingat perangkatnya masih "besar-besar".
Selanjutnya Generasi kedua yang aku tangani adalah Sentral Telex TWK-9 juga buatan Siemens. Sentral ini menggantikan Sentral TW-39. Sentral ini sudah mulai menggunakan relay electonic & mecanic dan systemnya menggunakan Common Control. Mengoperasikan Sentral ini sedikit rumit, karena kelemahan sentral ini adalah relay mekanis nya mudah aus sehingga bila sudah aus atau rusak harus diganti. Semua pekerjaan perbaikan dan mengatasi gangguan dilakukan oleh petugas sentral sendiri. Aku pernah mengalami gangguan sentral yang sedemikian rumitnya sehingga baru selesai setelah bekerja selama 4 hari & 3 malam. Bila sudah ada gangguan kita harus membuka semua dokumen sirkit yang terkait, hand book serta catatan sewaktu pelatihan.
Generasi ketiga adalah Sentral Telex EDX-C juga masih buatan Siemens. Sentral ini menggantikan Sentral TWK-9, untuk mengoperasikan & memelihara sentral EDX-C ini aku bahkan sempat terpilih untuk mengikuti Training di Muenchen Jerman khusus mempelajari Database Sentral. Sayangnya, aku tidak lama mengoperasikan sentral EDX-C ini karena dengan perjalanan waktu aku harus mutasi ke unit kerja lain. Dan selanjutnya dengan perkembangan teknologi saat ini, Sentral EDX-C akhirnya dilakukan cut-off pada September 2007 dimana aku sendiri sudah menjalani MPP.
This entry was posted
on Senin, April 21, 2008
and is filed under
1970an,
1980an,
Pengalamanku
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
1 komentar